My Diary.
to Share my Life Events

Semua nya akan berlalu

Pada suatu hari, seorang Bapak meminta kepada seorang tukang emas yg sudah tua renta untuk membuat sebuah gelang dan menuliskan sesuatu didalamnya. 
Sang Bapak berpesan,

 "Tuliskanlah sesuatu yg bisa disimpulkan dari seluruh pengalaman dan perjalanan hidupmu supaya bisa menjadi pelajaran bagi hidupku".
Berbulan bulan situkang emas yg tua membuat gelang tsb merenung
kalimat apa yg patut diukir digelang emas tsb.



Akhirnya, situkang emas mengukir sepotong kalimat dan menyerahkan gelangnya pada sang Bapak.
Dengan tersenyum, sang Bapak membaca tulisan kecil digelang itu.                                            
Bunyinya, "THIS TOO, SHALL PASS" ("Yang inipun, akan berlalu").
Awalnya sang Bapak tidak terlalu paham dengan tulisan itu.
Tapi suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan hidup yg pelik, tak sengaja ia membaca tulisan digelang itu, 
"YG INIPUN AKAN BERLALU", lalu ia pun menjadi lebih tenang.

Dan tatkala ia sedang bersenang senang, ia pun tak sengaja membaca tulisan digelang itu, 
"YG INIPUN AKAN BERLALU",
lantas ia menjadi rendah hati kembali.

Ketika kita mempunyai masalah besar ataupun sedang dalam kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat 
" YG INIPUN AKAN BERLALU "

Tidak ada satupun di dunia ini yg abadi..!!                                 


Jadi, ketika kita punya masalah, jalanilah dan janganlah terlalu
bersedih.
Demikian juga tatkala kita sedang senang, nikmatilah dan syukuri.

Ingatlah, apapun yg kita hadapi saat ini, semuanya akan berlalu.
Untuk itu,
• Tetaplah SEJUK ditempat yg Panas.
• Tetaplah MANIS ditempat yg begitu Pahit.
• Tetaplah merasa KECIL meskipun
telah menjadi Besar.
• Tetaplah TENANG dan SABAR ditengah Badai cobaan dan ujian yg paling Hebat.

Salam Inspirasi


AFS
Sya'bani Sya'bani Author

Peran Umat Islam Dalam Sumpah Pemuda & Sejarah Nama ‘Indonesia’

Dalam momen bersejarah yang dinamakan ‘Sumpah Pemuda’, Komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB, medio Oktober lalu berkesempatan mewawancarai seorang peneliti dan Sejarawan, Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum yang memberikan gambaran tentang sejarah Sumpah Pemuda dan makna di baliknya. 


Sebenarnya, Sumpah Pemuda yang ditetapkan tanggal 28 Oktober itu Peristiwa Apa?
Yang sekarang dinamakan “Sumpah Pemuda” pada tanggal 28 Oktober 1928 sebenarnya hari terakhir Kongres Pemuda ke-2. Kongres pemuda pertama diselenggarakan sekitar tahun 26, dan tahun 28’ kumpul kembali. Para pemuda ini melihat gerakan pemuda dari berbagai daerah seperti Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Java, Jong Sumatera, juga seperti Jong Islamieten Bond (JIB) dan menginspirasi sebagian pemuda seperti Moh. Hatta, Yamin, Soekarno, termasuk Natsir juga, dan lain-lain yang merasa harus berkumpul dan dikumpulkan pada suatu kongres.
Rapat pada kongres itu sampai menghasilkan sebuah keputusan yaitu memberikan nama, apa sebenarnya yang mereka perjuangkan. Selama ini, mereka memperjuangkan yang sifatnya parsial. Harus diberi nama apa yang mereka perjuangkan.
Akhirnya, populer nama ‘Indonesia’ dari kongres pemuda itu. Nama Indonesia dikenal sebelumnya hanya pada kalangan pelajar, khususnya mahasiswa Indonesia di Belanda yang mempelajari ilmu geografi, ada istilah ‘indo nesos’ (kepulauan Hindia), juga dalam pelajaran biologi, maka para pelajar ini mengusulkan nama ‘Indonesia’ dalam kongres.
Mula-mula terjadi korespondensi mahasiswa Indonesia di Belanda, dengan mahasiswa Indonesia di Mesir. Akhirnya ketika mereka pulang ke Indonesia, dipatenkan nama Indonesia untuk menyebut apa yang mereka perjuangkan berupa tanah air, Indonesia. Bangsa (nation) Indonesia, sekalipun penamaan baru ini agak absurd, dan bahasa melayu sekalian saja dinamakan bahasa Indonesia.
Yang menarik dan rumit di sini ialah nation atau bangsa yang sebenarnya merujuk konsep kebudayaan.  Mereka para pemuda berkeinginan dalam keragaman etnis, disatukan dalam budaya Indonesia. Lalu apa itu kebudayaan Indonesia? Jadi disimpulkan seperti hanya penjejeran etalase dari kebudayaan-kebudayaan yang ada, disebutlah kebudayaan Indonesia.
Hal ini dapat menimbulkan dengan kebudayaan komunitas lain. Misal, ada ditemukan batik dan reog di Malaysia. Ini bukan persoalan Indonesia dan Malaysia! Sejak lama, orang–orang Ponorogo ada yang pindah ke Malaysia, dan akar kebudayaannya tetap Ponorogo, bukan Indonesia. Karenanya, bangsa ini istilah politik saja, yang hari ini mewujudkan Indonesia dalam kebudayaan.
Bagaimana Umat Islam memandang Kongres Pemuda Tersebut?
Pejuang dan pemuda Islam pada saat itu ikut terlibat dan memberikan nama apa yang mereka perjuangkan. Terjadi juga korespondensi antara mahasiswa Indonesia di Belanda dan di Mesir yang juga para mahasiswa Islam. Juga yang berkumpul di sana, pada kongres ialah umat Islam, walaupun karena sekulerisme telah kokoh, terjadi perbedaan pandangan.
Dalam pandangan Islam, hasil konges jangan sampai dibawa pada nasionalisme yang sempit. Orang-orang sekuler memperjuangkan wilayah secara saklek. Dalam Islam, memang ini kampung kita. Kita perjuangkan nasib kampung kita yang terdekat. Kampung yang berisi umat Islam. Namun, kita membuka ruang dengan umat-umat Islam pada komunitas lain. Ada persatuan umat Islam di sana, dan kampung kita yang diperjuangkan hanya target antara.
Harus memungkinkan dipersatukan komunitas muslim laiinya, ukhuwah Islamiyah, pan Islam, khilafah, apapun namanya itu. Pada saat itu, disetujui namanya ‘Indonesia’ sebagai persetujuan perjuangan. Hal itu bukan bersifat sakral hidup atau mati. Bahwa para pemuda memperjuangkan Indonesia waktu itu benar, karena bercokolnya kolonialisme.
Apa Hasil Keputusan Kongres Pemuda ke-2 itu?
Mengenai redaksi teks, ‘Kami putera-puteri Indonesia, mengaku berbangsa satu…” yang disebut Sumpah Pemuda itu sebenarnya tidak ada. Di tahun ’60 (1960), Yamin menyebutnya Sumpah Pemuda. Dia sendiri ikut terlibat dan merasa momen penting yang membuat nama Indonesia maka dia namakan Sumpah Pemuda.
Dalam kongres, hanya menghasilkan rekomendasi nama yaitu Indonesia. Hasilnya, Indonesia dinamakan sebagai wilayah, bahasa, dan kebudayaan. Wilayah dan bahasa Oke, kebudayaan yang menjadi problem sampai sekarang.

Mengenai Istilah Indonesia Sendiri, Seperti Apa pada saat Itu? Apa sudah dikenal?
Nama Indonesia sendiri sebelum Kongres Pemuda tidak populer dan hanya ada di beberapa pelajaran, khususnya pelajaran mahasiswa di Belanda. Nama wilayah ini apa? Bahkan, orang menyebutnya sebagai ‘Jawa’. Misal di Arab sana ada persinggahan (maktab) disebut Jawa. Tempat berkumpul haji orang-orang Asia tenggara: ada Filipina, Thailand, Malaysia, Indonesua dulu dikenal sebagai orang Jawa, dan di belakang namanya dijuluki Al Jawwi.
Jika diganti Jawa, terlampau tendensius karena khusus pulau Jawa diusulkanlah nama lain dan relatif berhasil. Yang menciptakan Indonesia ialah anak-anak muda. Bahasa melayu, sudahlah sekalian dinamakan Bahasa Indonesia, yaitu bahasa komunikasi. Jadi, bahasa Indonesia itu bahasa melayu, karena bahasa Indonesia zaman itu sama dengan bahasa melayu. (Untuk Lebih Jelas, baca tulisan para peneliti INSIST pada Rubrik ISLAMIA Republika, 24 Oktober 2013).
Sebelumnya, ada beberapa kelompok yang menggunakan nama Indonesia seperti Perhimpunan Indonesia, yaitu komunitas mahasiswa Indonesia di Belanda. Indische Vereeniging, yang pada tahun ’26 (1926) mereka pulang ke Indonesia diganti menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Juga PKI yang pada tahun sekitar 1922 menggunakan nama ‘Indonesia’ juga lainnya.

Pelajaran Apa yang Bisa diambil dari Kongres Pemuda?
Kongres pemuda itu dihadiri sebagian besar umat Islam. Indonesia memang kampung kita, kita memperjuangkannya. Lalu ada perjuangan yang lebih besar yaitu persatuan umat Islam. Karenanya, kelak bersambung dengan gagasan-gagasan lain seperti Pan Islamisme Jamaludin Al Afgani, dan sebagainya.
Kongres  pemuda momen bersejarah, Anak-anak muda kreatif menyumbangkan nama. Namun, bukan berarti mereka yang membuat persatuan, dan nama itu penting seperti halnya orang tua yang melahirkan anaknya dan dikenal identitasnya. Namun bisa saja yang memberikan nama berbeda dengan orang yang melahirkannya. Para pemuda ini, memiliki potensi besar, dan terbukti dalam perjalanannya mereka menjadi tokoh besar dikemudian hari.
Wawancara oleh: Rizki Lesus/Komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB)
Sumber Foto : Wikipedia
Sya'bani Sya'bani Author

Kisah Sukses Kolonel Sanders | Pendiri KFC

Nama lengkapnya Harland David Sanders lahir 9 September 1890 di Henryville, Indiana, Amerika Serikat. Ia lebih akrab dipanggil Kolonel Sanders, Ia merupakan seorang pebisnis yang ikut mendirikan KFC.
Pada umur 7 tahun Ia sudah pandai memasak. Pada usia 10 tahun ia mendapatkan pekerjaan pertamanya dengan gaji 2 dolar sebulan. Ketika berumur 12 tahun ibunya kembali menikah, sehingga ia meninggalkan rumah tempat tinggalnya untuk mendapatkan pekerjaan di pertanian di daerah Greenwood, Indiana. Selepas itu, ia berganti-ganti pekerjaan selama beberapa tahun. Pernah menjadi tukang parkir di usia 15 tahun di New Albany, Indiana dan kemudian menjadi tentara yang dikirim selama 6 bulan ke Kuba. Setelah itu ia menjadi petugas pemadam kebakaran, belajar ilmu hukum melalui korespondensi, praktik dalam pengadilan, asuransi, operator kapal feri, penjual ban, dan operator bengkel.
Di usia 40 tahun, Kolonel Sanders mulai memasak untuk orang yang bepergian yang singgah di bengkelnya di Corbin. Ia belum punya restoran pada saat itu. Ia menyajikan makanannya di ruang makan di bengkel tersebut.
Pensiunan angkatan darat Amerika ini tidak memiliki uang sepeser pun kecuali dari tunjangan hari tuanya, yang semakin menipis. Ia menjual semua propertinya untuk berkeliling dari kota ke kota dan dari restoran ke restoran untuk menawarkan resepnya. sebagai mantan koki, dia percaya bahwa resepnya akan diminati banyak restoran dan mau diajak bekerjasama untuk membuka usaha waralaba dengan menggunakan lisensinya. sayangnya lebih dari 1000 restoran menolak resep yang ditawarkannya, tapi dia tidak menyerah begitu saja dan terus berkeliling sampai tiba di restoran ke 1008 yang mau membelinya dan mengembangkan usaha waralaba yang diberi nama KFC.
Kesuksesannya baru dicapai pada saat usianya 65 tahun, di usia setua itu Ia mulai aktif dalam mewaralabakan bisnis ayamnya. saat ini, usahanya yang dikenal dengan Kentucky Fried Chicken atau KFC telah tumbuh menjadi salah satu usaha kuliner siap saji yang terbesar di dunia.
Sebelum menuai kesuksesannya, selama 9 tahun, Kolonel Sanders berusaha menyempurnakan metode memasak ayam dengan menggunakan sebelas bumbu dan rempah-rempah seperti yang kita kenal saat ini. dengan resep masakan itu, daging ayam menjadi sangat empuk, renyah dan gurih. dia juga menggunakan pressure cooker yang lebih cepat memasak ayam daripada penggorengan biasa dan meningkatkan cita rasanya, sehingga saat ini kita mengenal istilah restoran cepat saji atau fast food karena kecepatan memasak ayam dan kelezatan rasanya.
Sosok Kolonel Sanders, kini menjadi simbol dari semangat kewirausahaan. Citra Sander semakin baik. Gubernur Ruby Laffoon memberi penghargaan Kentucky Colonel pada tahun 1935 atas kontribusinya bagi negara bagian Cuisine. Dan pada tahun 1939, keberadaannya pertama kali terdaftar di Duncan Hines “Adventures in Good Eating.”

sumber : http://www.waralabaindonesia.net/kisah-sukses-kolonel-sanders-pendiri-kfc

Sya'bani Sya'bani Author

Orang Bilang anakku seorang Akitivis



Jakarta: Kata mereka nama nya tersohor di kampus nya sana. Orang bilang anakku seorang aktivis. Dengan segudang kesibukan yang disebutnya sebagai amanah umat. Orang bilang anakku seorang aktivis. Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak? Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu.
            Anakku, sejak mereka bilang seorang aktivis, ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis. Dengan segala kesibukanmu, ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktu mu terisi dengan segala kegiatan yang bermanfaat. Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibu mu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak? Sungguh setengah dari umur ibu telah habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersama mu nak. Tanpa pernah ibu berpikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia..

Anakku. kita memang berada di satu atap, di atap yang saat dulu engkau bermanja bersama ku.
Tapi kini dimanakah rumah mu nak? Ibu tidak lagi melihat jiwamu di rumah ini. Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu di rumah dengan penuh doa agar senantiasa menjagamu. Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut. Mungkin tawa mu telah habis hari ini, tapi ibu harap engkau sudi untuk mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu. Ah, lagi-lagi ibu harus mengerti, bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu. Atau jangankan untuk tersenyum untuk ibu, sekedar mengalihkan pandangan pada ibumu saja katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline.
Padahal andai kau tahu nak, ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini, memastikan engkau baik-baik saja, memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu. Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau. Tapi bukankah aku ini ibumu, yang 9 bulan waktu mu engkau habiskan di dalam rahimku?
Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk dengan amanah mu. Nampaknya, engkau sedang sibuk dengan nasib organisasimu. Khawatir dengan segala strategi untuk mengkader anggotamu.
Namun, sebagian hati ibu mulai bertanya nak, kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak?
Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu?
Kapan terakhir engkau menanyakan kabar saudara-saudari mu dirumah?
Apakah saudara-saudari mu tidak lebih penting dari organisasimu nak?
Anakku, ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu. Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika menghabiskan waktu dengan keluargamu. Memang nak, menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas mu.

Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga? Bukan kah keluargamu ini adalah amanah yang harus kau jaga juga nak? Anakku, ibu mencoba membuka buku agendamu. Buku Agenda seorang aktivis. Jadwal mu begitu padat ya, ada rapat di sana sini. Ada jadwal mengkaji, ada juga jadwal bertemu tokoh-tokoh penting. Ibu membuka lembar demi lembarnya. Di sana ada sekumpulan agendamu, ada sekumpulan mimpi dan harapanmu. Ibu kembali membuka lembaran itu, berharap ada nama ibu di sana. Ternyata memang tidak ada nak. Tidak ada agenda untuk bersama dengan perempuan renta ini.

Kalo boleh ibu meminjam bahasa mereka, mereka bilang engkau seorang aktivis profesional. Namun, boleh ibu bertanya nak? Dimanakah profesionalitas mu untuk ibu? Dimanakah profesionalitas mu untuk keluarga? Dimana engkau letakkan keluarga dalam skala prioritas mu yang kau buat. Ah waktu mu terlalu mahal nak, hingga ibu pun tak mampu membeli waktumu yang berharga itu untuk bersama ibu.

Semoga kita dapat mengevaluasi diri kita masing-masing sebagai seorang aktivis yang profesional  dan dapat mengatur waktu dengan baik untuk keluarga, Tuhan, organisasi, masyarakat dan negara.
Aamiin ya rabb :)
Sya'bani Sya'bani Author

Ilmuwan Indonesia Didaftarkan Jadi Nominasi Penghargaan Nobel 2016

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kabar gembira datang dari dunia riset Tanah Air. Ilmuwan asal Indonesia, Dr Taruna Ikrar, menjadi salah satu periset yang karyanya diajukan oleh University of California untuk mengisi peluang nominasi Penghargaan Nobel tahun 2016 dalam bidang kedokteran.

“Iya, baru diajukan oleh University of California, dalam BidangOptogenetic, Physiology of Medicine,” kata Taruna Ikrar saat dikonfirmasi Republika, Sabtu (18/6).

Pengajar pada University of California, Irvine, AS, itu termasuk dalam tim yang berhasil mengembangkan optogenetic laser stimulation.Selain Taruna, ada dua orang lagi yang terlibat dalam penelitian tersebut yakni ilmuwan dari Stanford University, Dr Ivan Soltesz, warga negara Hongaria dan AS. Kemudian, Dr Amar Sahay, warga negara AS selaku ilmuwan dari Harvard University.

Taruna menjelaskan, optogenetic adalah suatu metode untuk membuat aktif atau non-aktif sel saraf (neuron) di otak dengan menggunakan spektrum cahaya tertentu.

“Kelak, teknik ini dapat digunakan dalam berbagai pengobatan penyakit-penyakit otak, seperti Parkinson, Epilepsy, Schizophrenia, dan lain-lain. Nanti setelah ditetapkan, baru saya jelaskan panjang lebar. Sekarang, masih proses pengajuan nominator,” lanjut dia.

Dr Taruna Ikrar MPharm MD PhD menekuni bidang farmasi, jantung, dan saraf. Sejauh ini, ia sudah menghasilkan 54 penemuan penting. Dua di antaranya sudah dipatenkan dan dipakai oleh pelbagai institusi pendidikan dan kedokteran dunia.

Pada 2009, Taruna Ikrar mematenkan metode pemetaan otak manusia yang berhasil menggambarkan dinamika yang terjadi pada organ tersebut secara rinci.

Berdasarkan laman resmi Nobel Prize, pengajuan nominasi penghargaan bergengsi itu hanya bisa dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, atas undangan Panitia Nobel Prize. Ada 273 ilmuwan yang telah dinominasikan untuk Penghargaan Nobel 2016 dalam bidang kedokteran.

Selama bulan Juni hingga Agustus, Panitia Nobel Prize melakukan evaluasi untuk menyeleksi nama-nama yang telah diajukan. Pada Oktober nanti, akan diketahui siapa saja yang dinominasikan dalam ajang prestisius tersebut.
Sya'bani Sya'bani Author

Mengenai Saya

Text Widget

Popular Posts

About

Ordered List

Blogger templates

Blogroll

Popular Posts

Unordered List

Recent Posts